Menggali Potensi Pariwisata di Kota Sabang


Contoh Makalah M2IQ

MENGGALI POTENSI PARIWISATA DI KOTA SABANG

Oleh 
CHAIRIL
Perwakilan Gampong Aneuk Laot




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seluruh umat manusia dari berbagai pelosok dunia pasti menyukai dengan wisata atau dalam dunia islam disebut sillaturrahim antar bangsa, perjalanan wisata memiliki dampak yang sangat besar dalam rangka menyempurnakan jiwa manusia. Dengan melakukan perjalanan, ia mungkin mendapat kesulitan dan dalam kondisi itu ia dapat mendidik jiwanya untuk bersabar. Mungkin juga ia menemui orang-orang terkemuka, sehingga ia dapat mendapatkan sesuatu dari mereka hal-hal yang tidak dimilikinya. Selain itu, ia juga dapat menyaksikan aneka ragam perbedaan ciptaan Allah. Maka, perjalanan wisata memiliki dampak yang kuat dalam kehidupan beragama seseorang.
Bedasarkan besarnya potensi perkembangan wisata di dunia Aceh khususnya pulau sabang berperan penting untuk menjadi pusat wisata Indonesia dikarenakan dengan letak posisi geografis Sabang yang sangat strategis di antara destinasi wisata lainnya dan keindahan alam dan budaya yang dimiliki dan dikemas dengan baik dan menarik, Sabang pasti bisa menarik lebih banyak wisatawan dan kapal pesiar yang berkunjung ke sana di masa akan datang. Semakin banyak kunjungan kapal pesiar dan semakin lama mereka singgah di Sabang, maka semakin besar pengaruhnya terhadap ekonomi masyarakat setempat dan Aceh pada umumnya.
Dilihat secara makro perkembangan sektor pariwisata Indonesia dewasa ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Malaysia setiap tahun mencapai 26 juta orang, Thailand 13 juta orang dan Indonesia baru 7 juta orang, padahal potensi dan keindahan alam dan budaya kedua negara tersebut tidak lebih baik dari Indonesia, termasuk keindahan dan panorama Sabang. Hanya saja potensi ini belum dikemas dan ditata dengan baik sehingga menjadi keunggulan di masa depan.
Meninjau permasalan yang dialami oleh pemerintah sabang dan juga masyarakatnya yang merasa acuh tidak acuh dengan pengembangan potensi wisata di Kota Sabang. Saya selaku penulis berharap setelah terbitnya karya ilmiah ini tentang “Gagasan Potensi Wisata di Sabang” menjadi sumber utama demi keberlangsungan perkembangan wisata di kota sabang mendatang.
B. Rumusan Masalah
1. Kenapa perkembangan pariwisata Sabang sangat lambat?
2. Bagaimana menumbuhkan karakter masyarakat sabang untuk mencintai pariwisata?
3. Apa tujuan utama wisatawan Sabang?
4. Bagaimana pandangan islam terhadap pariwisata?



C. Tujuan Penulisan
1. Membangun kesadaran bagi masayarakat akan potensi-potensi wisata di pulau Weh.
2. Menjadikan sabang sebagai pusat wisata dan juga pusat perdangangan internasional.
3. Mengetahui tujuan utama wisatawan Sabang.
4. Mengetahui hukum Al-Quran mengenai pariwisata.















BAB II
PEMBAHASAN
A. Urgensi Pariwisata Kota Sabang
Setelah meninjau permasalahan yang dialamai tadi maka perlu dari pihak pemerintah untuk mengambil langkah pembenahan segera terhadap perkembangan wisata di kota sabang, sehingga sabang bisa menjadi central bagi wisatawan dari mancan negara. Salah satu langkahnya dengan menyegerakan pembangangunan pelabuhan bebas. Dengan adanya pelabuhan ini pasti para pedagang dari mancan negara akan melirik kepada kota sabang yang berujung pada peningkatan perekominian di tanah air. Kenapa saya mengatakan demikian karena ketika kapal-kapal besar dari luar singgah di pelabuhan dengan otomatis mereka akan melakaukan transaksi dari kapal satu kekapal lain maka itu semua membutuhkan jasa untuk merealisasikan itu semua sabang juga harus terus membangun sarana prasarana untuk menunjang pelabuhan bertaraf internasional.
Walaupun demikian masih banyak masyarakat dari elit atas yang masih pro dan kontra terhadap rancangan pembangunan pelabuhan bebas ini dari sisi yang pro mengatakan “pelabuhan bebas harus segera di bangun untuk meningkatkan penghasilan daerah Aceh khususnya Sabang”. Dari pihak kontra banyak dating dari kalangan ulama Aceh mereka mengatakan “jika sabang di jadikan central perdagangan dunia maka budaya Aceh akan mengikuti dunia Barat yang berujung pada lemahnya perkembangan Islam di kalangan masyarakat dan yang sangat di takutkkan Allah akan murka terhadap perilaku masyarakat Aceh yang memungkinkan datangnya tsunami untuk kedua kalinya”
Untuk mengambil jalan keluar penulis menyertakan sebuah pandangan islam yang menganjurkan kita untuk selalu mempererat hubungan antar bangsa tampa memperhitungkan suku, agama dan negara sebagaimana dalam sebuah hadist shahih disebutkan:
ياابن ادم صل رحمك بمالك فان بخلت بمالك او قلّ مالك فامش اليه بربك.
“wahai anak adam, pereratlah persaudaraanmu dengan hartamu, dan bila kamu merasa saying (kikir) dengan hartamu atau hartamu itu hanya sedikit, maka berjalanlah kepadanya dengan kakimu (kunjungilah)”
Dewasa ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak salahnya kita membangun sebuh pelabuhan bebas bertaraf internasional di bumi Aceh ini, jagan terlebih dahulu kita memikirkan efek negatif yang ditimbulkan dari adanya program tersebut tetapi bagaimana caranya dengan hadirnya pelabuhan bebas ini menjadi sarana bagi masyarakat aceh untuk menebar dakwah islamiah bagi turis-turis asing. Salah satu cara syiar kita dengan menampakkan budaya islam yang damai dan sejahtra. Namun sebaliknya jika pemerintah Aceh khususnya Sabang tidak sanggup mendirikan benteng keimanan yang sedemikian ruapa maka program ini lebih baik diberhentikan sesegera mungkin demi kesejahtraan umat islam di Aceh pada masa yang mendatang.
Dari Hadist diatas Maimun bin Mahram menarik kesimpulan bahwasanya ada tiga hal yang tidak boleh dibedakan antara muslim dan kafir, yaitu:
1. Siapa yang berjanji baik kepada muslim atau kepada kafir, maka ia harus menepatinya, karena sesungguhnya janji itu hubungan dengan Allah.
2. Siapa yang mempunyai sanak family baik ia muslim ataupun kafir, maka ia harus mempererat tali persaudaraan.
3. Siapa yang diberi kepercayaan baik oleh muslim atau kafir, maka ia harus menunaikannya.
Islam kembali menganjurkan kita untuk melakukan perjalanan ke berbagai mancan negara dengan sayarat demi membesarkan agama islam. Al-Faqih berkata “Apabila seseorang itu dekat sanak kerabatnya, maka hendanya ia mempererat tali persaudaraan dengan membawa hadiah dan berkunjung kepada mereka. Apabila ia tidak bisa mempererat tali persaudaraan dengan harta, maka cukup ia berkunjung kepada mereka dan membantu perkerjaan mereka bila mereka membutuhkan bantuan. Apabila sanak saudaranya jauh, maka hendaklah mempererat persaudaraan dengan mengirim surat, dan alangkah lebih baik jika sekali-kali mengunjungi mereka”. 
Perlu kita ketahui bahwasanya didalam kita wisata dengan tujuan shilaturrahmi itu ada 10 keuntungan, yaitu:
1. Memperoleh keridhaan Allah, karena shilaturrahim itu diperintahkan olehnya.
2. Mengimbarakan sanak kerabatnya, karena diriwayatkan dalam salah satu hadist bahwa “perbuatan yang paling utama ialah menggembirakan orangyang beriman”.
3. Para malaikat merasa gembira, karena malaikat akan bergembira apabila melihat orang yang bershilaturrahim.
4. Mendapat pujian yang baik dari segenap kaum muslimin.
5. Menyedihkan iblis yang terkutuk.
6. Menambah umur.
7. Menambah berkah dalam rizki.
8. Menyenangkan orang-orang yang telah meninggal dunia, karena nenek moyangnya merasa senang dengan adanya shilaturrahmi yang dilakukan oleh anak cucunya.
9. Menambah kasih sayang.
10. Menambah pahala setelah ia mati, karena mereka akan tetap mendoakanya walaupun ia telah meninggal selama mereka ingat terhadap kebaikan yang pernah ia lakukan.


B. Langkah Membangun Industri Parawisata Sabang
Sebenarnya kunci keberhasilan pembangunan industri pariwisata di manapun terletak pada tiga hal. Pertama, bagaimana membuat wisatawan yang telah datang akan kembali datang lagi. Wisatawan yang merasa puas akan kembali datang dan mereka ini juga membawa keuntungan lain, karena mereka merupakan ambassador dengan cara menyebarkan word of mouth untuk mengajak teman, saudara, kolega atau familinya untuk datang lagi ke Sabang. 
Kedua, bagaimana cara melakukan promosi. Sebaik apa pun produk pariwisata yang dimiliki, bila tidak ada yang tahu maka akan sia-sia. Oleh sebab perlu promosi kepada audien yang ditargetkan mutlak harus dilakukan. Lehkah promosi ini bias saja dilakukan ke berbagai macam media mulai dari televise, radio, dan terutama melalui internet dikarenakan hanya melalui internetlah sebuah informasi dapat diketahui oleh dunia
Bagi industri pariwisata, fakta infancy pariwisata Aceh merupakan momentum luar biasa. Karena masih bayi, maka industri pariwisata Aceh dapat dibentuk dan diarahkan dengan benar, tentunya berpegang pada preferensi konsumen, dalam hal ini turis yang pernah datang ke Aceh. Aceh dapat mengambil pengalaman daerah-daerah destinasi pariwisata yang dibangun tanpa konsep yang jelas, walaupun awalnya merupakan projek ambisius, namun bisa saja berakhir pada kegagalan. Namun sebaliknya, dengan konsep pengembangan yang jelas, dan dirinci sampai pada tahap operasional dan stagesnya, maka akan menuai sukses, seperti apa yang telah ditunjukkan oleh sebuah negara kecil di tengah Lautan Hindia, Maldives atau Maladewa.
Ketiga, SDM yang mengelola institusi pariwisata di Sabang pada umumnya masih perlu upgrade. Peningkatan kapasitas ini meliputi proses mendata situs pariwisata; memproduksi berbagai materi promosi pariwisata yang dapat menarik wisatawan dan mendistribusikannya pada tempat dan waktu yang tepat; mendesain dan mengikuti berbagai acara pameran dan trade show untuk memperkenalkan dan mengajak calon wisatawan datang ke Sabang dan mencari tambahan dana yang bersifat off budget (non APBD) agar program-program yang dijalankan tidak terkendala dana 
Kawasan Sabang juga harus dibangun secara terpadu dan terintegrasi semua sektor dengan berbagai kepentingan, dimulai dari pintu masuk utama Kawasan Sabang. Penataan sistem transportasi dan pelayanan jasa kepelabuhanan yang memberikan kenyamanan bagi semua orang.    Demikian juga halnya dengan Kawasan Wisata Bahari harus benar-benar dibangun menjadi pusat wisata bahari terbaik dan koneksitas dengan  negara tetangga seperti Malaysia (Langkawi, Penang) dan Thailand (Phuket). Potensi wisata ini harus dipadukan dengan potensi wisata alam lainnya serta bisa dikoneksikan dengan wisata sejarah dan budaya Aceh lainnya khususnya Banda Aceh dan Aceh Besar.   
Kawasan Sabang Fair harus dapat dihidupkan kembali dan dijadikan etalase promosi produk-produk Aceh daratan dari beberapa kabupaten/kota dan Indonesia lainnya untuk tujuan ekspor. Sabang Fair juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas dan interaksi sosial dengan berbagai fasilitas yang tersedia fasilitas rekreasi, arena bermain anak-anak, ruang terbuka hijau, pembibitan tanaman (nursery), fasilitas olahraga dan hiburan lainnya.
Ini semua merupakan peluang yang harus direbut dengan kerja keras dan keseriusan semua pihak, sehingga Kawasan Sabang bisa kembali membawa pengaruh ke Aceh daratan dan Indonesia lainnya. Sudah saatnya kita saling berkarya bahu membahu untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut dan kembali bisa mengharumkan nama Kawasan Sabang di pentas nasional dan internasional.

C. Tujuan Utama Wisatawan Sabang
Sabang adalah sebuah kota yang terletak di pulau yang bernama Pulau Weh, ini artinya pulau yang terpisah. Pulau ini terletak di sebelah utara kota Banda Aceh dengan jarak lebih kurang 18 mil dan dapat ditempuh selama 2 jam dengan kapal Ferry dan 45 menit dengan kapal cepat. Di kawasan ini juga banyak terdapat pulau-pulau kecil lainnya seperti pulau Rubiah, pulau breeh, dll. Sabang banyak mempunyai obyek wisata yang dapat dikunjungi dan sudah terkenal ke manca negara.
Masyarakat sabang sangat identik dengan hobynya melancong ke berbagai macam pantai mulai dari Ano Itam, Pasir Putih, Kenekai, Benteng dan juga ke Balohan. Tetapi berbeda dengan wisatawan asing atau luar daerah pasti mereka mengunjungi tiga tempat paling popular bahkan disebutkan belum dating kesabang jika tidak mengunjugi tiga tempat ini. Yaitu pertama, Tugu Nol kilometer dimana titik awal perhitungan luas Indonesia dari Sabang sampai Meuroke, disini banyak wisatawan menikmati keindahan pulau Sabang dari ujung Indonesia mereka saling berpose menghirup udara segar hutan lindung Iboih. Dan yang sangat menarik disini terdapatnya seekor babi yang menjadi pandangan utama bagi turis yang belum ernah melihatnya. 
Kedua, Pantai Teupin Laye atau lebih di kenal dengan sebutan Iboih tempat ini adalah centralnya penginapan para turis selain fasilitasnya yang romantis dan juga bertaraf internasional. Untuk mencapai tugu ini kita dapat menempuh perjalanan darat dengan mobil, kira-kira jauhnya 15 km. Biaya yang harus dikeluarkan/ongkos adalah Rp 50.000,- per orang dari pusat kota. Disini juga banyak yang dapat dinikmati misalnya mancing, suasana pasir putih yang bersih. Disini juga tersedia berbagai macam sajian menu makanan, mie rebus, kepiting, dan macam seafood lainnya. Dari iboih juga dapat melakukan penyeberangan menggunakan boat sewaan untuk melihat Obyek wisata Pulau Rubiah,
Ketiga, pantai Gapang disini tidak kalah menarikanya dengan kawasan pantai Teupin Layeu sebagaimana tertera di atas, Gapang menyajikan tempat permandian yang bersih, indah dan tentunya yang menjadi pusat pandangan dengan terumbu karangnya yang terkenal sehingga dapat melelehkan bola mata. 



D. Parawisata Menurut Al-Quran
Fungsi wisata berdasar beberapa ayat al-Qur`an antara lain sebagai berikut:
1. Mempertebal Keimanan
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ () قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلْ لِلَّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ()
Katakanlah: "Bepergianlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu". Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. (Qs Al-An’aam ayat 11-12)
Dalam ayat sebelas Allah mengajak kita untuk merenungkan tentang kepentingan dirimu sendiri mengenai bencana dan siksa dunia dan di akhirat yang telah ditimpakan Allah kepada para generasi terdahulu yang telah mendustakan para rasul, dan bagaimana dia menyelamatkan para Rasulnya dan hamba-hambanya yang beriman . Contohnya jika berkunjung ke kota sabang kemudian kita menemukan fosil-fosil binatang laut di daratan tinggi, secara logika kita akan percaya dengan adanya kehidupan laut di tengah gunung! Maka jika kita meninjau sejarah maka terjawablah bahwasanya seluruh permukaan bumi ini pernah ditenggelamkan oleh Allah pada masa nabi Nuh as di karenakan kaumnya tidak menerima ajaran yang di bawa oleh nabi Nuh as.
Kemudian pada ayt 12 diperintahkan agar setiap umat lebih mayakini yang ada dilangit dan di bumi adalah milik Allah. Allah SWT juga telah mewajibkan pada diri-Nya untuk mencurahkan kasih saying, serta mengumpulkan manusia di hari kiamat. Dengan demikian bepergian di muka bumi berfungsi sebagai usaha mempertebal iman.
2. Meningkatkan Zikir dan Tafakkur
Sikap muslim tatkala melihat kebesaran Allah baik berupa langit, bumi maupun pergantian siang dan malam akan meningkatkan tafakkur. Tafakkur dalam arti yang sederhana ialah menganalisis segala yang didapatkannya sambil mencari jalan bagaimana cara memanfaatkan alam semesta ini.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ () الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Qs. Surat Ali- Imran ayat:190-191.
Dengan demikian tatkala mereka berwisata di Sabang maka hendaknya kita mentafakkuri ciptaan Allah SWT, mensyukurinya, dan memanfaatkannya.
3. Memperluas Ta’aruf 
Allah SWT menciptakan manusia itu beraneka ragam bahasa dan bangsa. Diharapkan mereka saling mengenal sehingga terjalin satu kesatuan dalam menjalankan ibadah dan bersatu padu dalam menegakkan agama Allah SWT.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Qs.49:13
Oleh karena itu dengan wisata yang menjadikan saling bertemunya antara satu bangsa dengan yang lain menimbulkan ta’aruf atau saling mengenal. Dengan saling mengenal diharapkan terwujudnya kasih sayang dan meningkatkan ketakwaan.

4. Mengkaji Masa Sebelumnya
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Qs. An-Nahlu ayat 36
5. Manjadikan Obyek Wisata sebagai Ibrah 
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". Qs.30:41-42
Setelah Allah SWT menegaskan pada ayat 41 bahwa banyak kerusakan di muka darat dan di laut sebagai akibat yanagan manusia, mapa pada ayat 42 memerintah agar kaum muslimin bepergian di muka bumi. Dalam perjalanan tersebut deitgaskan pula seharusnya kaum muslimin mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah masa silam. Dengan demikian hendaknya menjadi pelajaran dari peninggalan sejarah untuk menghadapi masa depan, jangan sampai berbuat kerusakan. 












BAB III
PENUTUP
A. PENUTUP
Setelah anda membaca jauh tentang perkembangan pariwisata Kota Sabang di atas, maka yang menjadi perkerjaan rumah bagi kita ialah cita-cita bersama kita mewujutkan kota Sabang menjadi central pariwisata di dunia. Oleh karena itu kembali kepada diri kita masing-masing untuk mengalakkan masyarakat setempat untuk lebih mepromosikan potensi-potensi di kota sabang.
Kemudia kita harus menuntut pemerintah Sabang untuk menyegerakan pembangunan pelabuhan bebas sabang demi berlansungnya percepatan perkembanagan ekonomi di tanah Aceh khususnya Sabang. Dan perlu kita ingat bersama sebelum pengrealisasian pelabuhan bebas tersebut, terlebih dahulu kita persiapkan generasi-generasi muda untuk terbentengi oleh agama islam agar tidak terjadi penurunan moral dikemudian hari serta menjadi suri tauladan bagi wisatawan asing untuk menyebarkan dakwah islamiyah.
Saran dari penulis setelah anda membaca artikel ini, adanya perubahan yang vertikal pada diri anda akan kesadaran terhadap pentingnya pariwisata di Kota Sabang ini, dan mudah-mudahan dengan adanya artikel ini melahirkan artikel-artikel lainya yang mendorong masyarakat akan pertumbuhan ekonomi Indonesia umumnya dan ekonomi Aceh khususnya.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Faqih Nashr bin Muhammad, Terjemahan Tambihul Ghafilin oleh Muslich Shabir, Semarang: Penerbit, Karya Putra Toha, 2005.
Yusuf Al-Qaradhawi, Fatwa-fatwa Kontemporer, Jakarta: Penerbit, Pustaka Al-Kausar, 2002.
Muhammad Nasib, Ringkasan Tasir Ibnu Katsir, Jakarta: Penerbit, Gema Insani, 1999.
Fauzi Umar, Harian Serambi Indonesia, Tahun Depan Sabang Targetkan 2000 Wisatawan, Edisi 16 Desember 2011.


0 Komentar untuk "Menggali Potensi Pariwisata di Kota Sabang"

Biasakan diri kita untuk berterimakasih kepada orang yang telah mengajari kita walaupun itu hanya satu ayat
SPAMING AKN DIHAPUS OTOMATIS OLEH ROBOT BLOG INI

Back To Top